Hari itu, aku sudah siap pergi ke sekolah, seperti biasa aku akan memulai hari-hariku yang membosankan di sana. Aku tau aku tidak biasa nya malas ke sekolah, tapi hari ini berbeda, hari ini aku akan ulangan MAT. Dan pelajaran itu lah yang paling kubenci. Aku tidak pandai di hitung-hitungan dan mendadak ada ulangan , sungguh menyebalkan..
Saat ku hendak melampiaskan amarah pada sebuah pohon, aku teringat kalau hari ini ada janji.. Janji dengan dia dan teman-teman nya. Walau pun ada teman-teman nya, aku merasa senang juga karena dia ada. Langsung saja kuhampiri dia yang sedang duduk santai sendirian, menunggu teman-temannya. Kesempatan bagus! pikirku, aku bisa berbicara dengan nya. Namun saat itu juga aku berpikir kalau kami sudah tidak bersama.
Dengan hati-hati dan sedikit tersenyum kusapa dia "Hey, hari ini jadi kan?", nampak ia kaget melihat kehadiran ku yang sudah berada di samping nya, kemudian mencoba menutupi nya ia menjawab "Ya pasti laah!Pulang sekolah ya?" dengan senyum iseng nya aku mencoba menutupi perasaanku dan berkata "Oke" kemudian dengan hati bingun dan senang, aku pergi berkumpul ke tempat teman-temanku.
Kuberi tahu mereka apa yang barusan terjadi, kuceritakan juga perasaan ku pada sahabat-sahabatku itu. Mereka tersenyum dan mengatakan kalau aku harus terus berusaha mendapatkannya.(SIP!yea) Mereka bilang aku harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, dengan ragu ku mendjawab nya "ya".
Siang nya, aku serta beberapa temanku berkumpul dengan 'gank' nya. "Siap?Mau konvoi aja ga?" tanya sahabatku, salah satu temannya menjawab "Ga deh, maless" dan kami pun berangkat terpisah walau tujuannya sama.
Di jalan, aku terpikir apa yang harus kulakukan bersama nya nanti? Apa komentar nya kalau aku mendekat? Apa yang akan dia lakukan saat ku dekati dia? Terus terpikirkan olehku. Tanpa terasa, akhir nya kami sampai di sana.
Tempat nya besar dan luas, nyaman rasa nya kalau bisa berdua saja. Tapi tidak disini kami ada sesuatu yang harus dilakukan. Agak lama berselang kami menunggu, kami mulai tidak bisa diam, mulai bercanda-bercanda, walau sebenarnya aku tidak bercanda sama sekali.
Kulihat ia dengan santai nya bercanda dengan teman-temannya, sampai akhir nya kami benar-benar bosan menunggu. Akhir nya dengan segala upaya dan dengan nekat, kami menyelesaikan tugas itu. Kemudian kami segera pulang karna ada lagi yang harus kami kerjakan.
Di jalan, aku merasa senang walau hanya setengah hari bersamanya, walau hanya bertatap-tatapan tanpa berbicara, walau beramai-ramai, namun rasanya hari itu adalah hari yang paling menyenangkan juga melelahkan. Andai kami bisa lebih lama bersama, andai kami dapat terus bersama...
#YNWA